Penguatan Ekonomi Berbasis Mangrove, KTH Hijau Negeriku Ikuti Tahapan Matching Grants M4CR Window 2 Tahun 2026
Pekanbaru, 19 Juni 2026 – Dalam rangka persiapan penyaluran Hibah Usaha Produktif (Matching Grants) Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), telah dilaksanakan kegiatan penyusunan, pembahasan, dan verifikasi Rencana Usaha Kelompok dan Kemitraan (RUKK) yang berlangsung pada tanggal 17–19 Juni 2026 di Hotel The Premiere Pekanbaru-Provinsi Riau.
Pada kegiatan tersebut telah terkumpul sebanyak 19 (sembilan belas) dokumen RUKK Window 1 Batch 2 dan 2 (dua) dokumen RUKK Window 2 Batch 1 yang diajukan oleh kelompok masyarakat dari lokasi rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau. Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Negeriku dari Desa Tanah Merah, Kecamatan Tanah Merah Kabupaten Indragiri Hilir merupakan satu-satunya kelompok dari Kabupaten Indragiri Hilir yang ikut pada tahapan Matching Grants M4CR Window 2 Tahun 2026.
Acara tersebut dihadiri oleh Direktur Rehabilitasi Mangrove M4CR, Bapak Nikolas Nugroho Surjobasuindro,S.Hut.,M.T. yang secara resmi membuka kegiatan. Hadir pula PPIU M4CR Riau, M. Arif Fahrurozi, beserta Tim M4CR Riau, Perwakilan Kelompok Calon Penerima Bantuan Hibah Usaha Produktif (Matching Grants) Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Kepala Desa Tanah Merah, H. Martin,S.Pd,SD, Ketua dan anggota KTH Hijau Negeriku, serta perwakilan SPPG Tanah Merah selaku mitra off-taker KTH Hijau Negeriku dalam pengembangan usaha produktif masyarakat berbasis ekosistem mangrove melalui usaha pengolahan dan pemasaran produk bakso
Berbagai narasumber dari instansi pemerintah, akademisi, dan dunia usaha yang juga merupakan Komite Investasi M4CR Riau turut hadir memberikan materi, arahan, serta pendampingan kepada peserta. Narasumber yang hadir antara lain:
- Budi Hidayat, S.P., M.M., Kabid Pengelolaan DAS, Restorasi Gambut dan Perhutanan Sosial Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau;
- Tetty Nurdianti, S.E., M.Si., Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau;
- Drs. Heri Afrizon, M.Si., Kabid Agribisnis Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau;
- Riyad Meka Permana, S.E., M.M., Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Riau;
- Aprilla Yunita, S.Pi., M.Si., Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda Dinas Perikanan Provinsi Riau;
- Rudi Formen, Penyuluh Kehutanan Ahli Madya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau;
- Trisla Warningsih, S.Pi., M.Si., Lektor Kepala Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau;
- Fadil Nandila, Sekretaris KKMD Provinsi Riau;
- Harisyanto, S.E.Ak., Ketua Komite Tetap Kemitraan Usaha Sosial KADIN Provinsi Riau.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan rencana usaha, strategi pemasaran, penguatan kelembagaan kelompok, kemitraan usaha, hingga peluang pengembangan usaha produktif yang berkelanjutan. Proses verifikasi dan penyempurnaan dokumen RUKK dilakukan untuk memastikan usulan yang diajukan memenuhi persyaratan program serta memiliki kelayakan usaha yang baik.
Ketua KTH Hijau Negeriku menyampaikan bahwa keikutsertaan kelompok dalam program ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan rehabilitasi mangrove di Desa Tanah Merah. Melalui dukungan Hibah Usaha Produktif (Matching Grants), diharapkan usaha-usaha masyarakat dapat berkembang, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi anggota kelompok dan masyarakat sekitar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program M4CR dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan usaha produktif yang selaras dengan pelestarian dan rehabilitasi ekosistem mangrove di Provinsi Riau.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tanah Merah, H. Martin, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada KTH Hijau Negeriku untuk berpartisipasi dalam Program M4CR dan mengakses bantuan Hibah Usaha Produktif (Matching Grants).
"Kami sangat mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui program ini. Kehadiran KTH Hijau Negeriku sebagai perwakilan Kabupaten Indragiri Hilir menunjukkan keseriusan masyarakat Desa Tanah Merah dalam mengelola dan menjaga ekosistem mangrove sekaligus mengembangkan usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir," ujar H. Martin.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Tanah Merah akan terus mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat yang selaras dengan pelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang menjadi salah satu aset penting bagi keberlanjutan wilayah pesisir Desa Tanah Merah.
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin