Optimalkan Laporan Stunting Pemdes Sekecamatan Tanah Merah Gelar Pelatihan KPM Stunting dan Admin Desa EHDW

25 Juni 2026
Administrator
Dibaca 35 Kali
Optimalkan Laporan Stunting Pemdes Sekecamatan Tanah Merah Gelar Pelatihan KPM Stunting dan Admin Desa EHDW

Kuala Enok – Pemerintah Desa Sekecamatan Tanah Merah  menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) Stunting dan Admin Desa ehdw, Kamis 25/06. Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran garda depan desa dalam percepatan penurunan stunting dan digitalisasi administrasi desa.

Bertempat di Aula SD 001 Desa Tanah Merah , pelatihan diikuti 9 KPM Stunting dan 9 Admin Desa. Materi difokuskan pada tiga hal utama: 

  • Pemutakhiran data sasaran: KPM dibekali teknik verifikasi dan validasi data ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting melalui aplikasi eHDW. Akurasi data jadi kunci agar intervensi tepat sasaran.
  • Konvergensi layanan: Peserta diajak menyusun rencana aksi kolaboratif antara posyandu, PAUD, kader KB, dan puskesmas. Tujuannya memastikan setiap anak berisiko mendapat layanan gizi, sanitasi, dan pengasuhan secara lengkap.
  • Digitalisasi administrasi: Admin desa dilatih mengelola Sistem Informasi Desa, termasuk input data DTKS, pelaporan Dana Desa, dan publikasi informasi di website desa. Tujuannya agar layanan lebih transparan dan cepat.

Camat Tanah merah dalam hal ini di wakili oleh Kasi PM Kecamatan Tanah Merah Bu Yusnibar dalam sambutannya, menegaskan bahwa KPM dan admin adalah ujung tombak perubahan. “Data yang rapi dan layanan yang terkonvergensi akan mempercepat kita menuju desa zero stunting. Admin yang melek digital juga membuat warga lebih mudah mengakses layanan,” ujarnya.

Narasumber dari TAPM PIC Stunting Kabupaten Indragiri Hilir Bapak Muhammad Thawaf menyampaikan bahwa capaian penurunan stunting sangat bergantung pada kualitas pendampingan di tingkat desa. “KPM harus paham 5 paket layanan esensial, mulai dari pemantauan tumbuh kembang sampai edukasi pola asuh. Sementara admin memastikan semua tercatat dan terdokumentasi baik,” jelasnya.

Salah satu KPM, Rahmi, mengaku pelatihan ini membuka wawasannya. “Sekarang pakai aplikasi eHDW, lebih cepat dan bisa langsung dipantau kecamatan. Jadi semangat untuk door to door,” katanya.

Kegiatan ditutup dengan praktik input data dan simulasi koordinasi layanan. Hasil pelatihan akan dimonitor langsung oleh Tim Kecamatan dan Pendamping Desa setiap bulan. (rls)